Road Warriors Adalah Perjuangan Saya untuk Meraih Cita-cita | OTOMANIA INDONESIA Road Warriors Adalah Perjuangan Saya untuk Meraih Cita-cita - OTOMANIA INDONESIA

Mau Tanya-tanya Dulu Silahkan Hubungi Kami!!!Click Here!





Road Warriors Adalah Perjuangan Saya untuk Meraih Cita-cita

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Jakarta - Road Warriors adalah perjuangan saya meraih cita-cita untuk sukses di dunia entertaint terutama di otomotif. Perjuangan saya untuk menjadi 10 finalis Road Warriors 2014 tak semudah membalikan telapak tangan, karena perjuangannya begitu besar.

Perjuangan itu bukan hanya sekedar materi seperti yang di ucapkan teman saya saat saya lolos 10 besar Road Warriors 2014. "Loe sih kaya ada modal," Dalam hati saya menjawab "OMG (Oh My God) aku modal hutang untuk seleksi 100 besar. Kalau saya tidak terlahirkan sebagai perempuan yang nekat mungkin saya tidak bisa sampai di Road Warriors 2014 ini,".

Bermodalkan niat dan tekat yang kuat akhirnya saya berangkat ke Jakarta untuk seleksi 100 besar Road Warriors 2014. Sebelum diumumkannya 100 besar, saya sudah yakin kalau saya akan lolos 10 besar dan saya pasti bisa memberi yang terbaik buat semuanya.

Setelah diumumkan 100 besar, saya pun nekat berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat, padahal uang tiket pesawat itu uang cicilan motor Byson bulan ini, tapi tidak apa-apalah demi yang terbaik buat hidup saya.

Ketika di bandara mau berangkat pas sesudah chek in, saya baru sadar kalau saya tergolong nekat, terbang dari Malang ke Jakarta sendiri.

Setelah audisi 100 besar di Jakarta, saya pun langsung balik ke Malang dan sampai di rumah pas hari Minggu. Besoknya, kru dari detikOto telepon memberi info kalau saya lolos 10 besar dan hari kamis harus ke Jakarta lagi untuk pembuatan video profil dan servis motor.

"Wow Amazing, pas gak ada uang lagi, gimana moza bisa ke Jakarta dengan tepat waktu dan membawa motornya moza,"

Sambil berpikir maka aku langsung minta izin cuti ke bos di kantor. Eh teman kantor saya yang namanya Nisa juga bingung. Yang ikut acara siapa yang bingung siapa, saya bilang ke Nisa. Ternyata diam-diam Nisa mencarikan pinjaman uang ke kakaknya 2 juta buat saya modal maju ke Road Warriors 2014.

Hari Rabu pun saya berangkat ke Jakarta untuk mengirit dana saya naik kereta api dan motor saya di paketin. Seperti biasa setelah saya sampai di Jakarta saya langsung mengikuti pembuatan video dan servis motor.

Setelah acara selesai saya memutuskan tidak balik ke Malang dikarenkan untuk mengirit dana, dan saya tinggal di Jakarta di rumah Ketumnas BYONIC bersama ajudan dan istri serta anaknya selama 4 hari.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, 10 finalis Road Warriors 2014 bertolak dari Jakarta menuju Padang. Rute yang dilalui adalah lewat jalur Barat Sumatera yakni Jakarta – Bandar Lampung - Krui - Bengkulu – Mukomuko – dan berakhir di Padang, Sumatera Barat.

Jalur yang saya lalui beserta para finalis lainnya dari Jakarta ke Bandar Lampung sangat menguji kesabaran karena tau sendirikan di Ibu Kota gimana? Yup macet parah belum lagi ditambah hujan yang mengiringi langkah kita.

Ketika sudah di penyebarangan pun, hari sudah menjelang malam, kami pun memanfaatkan waktu untuk istirahat di kapal fery. Dari penyebrangan pelabuhan Merak ke Bakauheni hingga ke Bandar Lampung medannya sangat seru dan memacu adrenalin.

Hari ke-2 pun kami mulai start lagi untuk menuju Krui, nah disini ini jalanya mulai extrim mulai berkelok-kelok, apalagi ketika melalui bukit barisan 1, sholat, dzikir tidak bias berhenti karena takut seperti yang diceritakan teman-teman kalau ada binatang liar yang berkeliaran di jalan.

Akhirnya setelah melalui medan yang sangat extrim dan selalu ditemani hujan kami tiba di Krui. Esok harinya pun kami start lagi dari Krui menuju Bengkulu. Jaraknya lumayan yakni sejauh 325 km. Medannnya pun tak jauh beda dengan hari-hari sebelumnya dan kami bisa sampai di Bengkulu dengan selamat dan kami bisa beristirahat.

Tapi, pas kami mulai berangkat lagi menuju Mukomuko, eh Road Captain kami Deny menyempatkan waktunya untuk bertemu Ibunya yang menunggu di jalan. Disinilah saya tidak kuasa menahan air mata karena kangen sama Ibu di Malang, karena seminggu lebih tidak bertemu.

"Saya aslinya malu tapi gimana lagi saya sudah nahan air mata ini sudah lama dari berangkat audisi sampai sekarang biar tidak menetes, tapi apa daya saya adalah perempuan biasa,".

Akhirnya kita lanjut gas lagi setelah saya menagis di pom bensin, Jalur yang kita lewati cukup extrim selain hujan dan jalan yang berliku disini kita harus extra hati-hati karena selain kita harus tetap safety riding kita harus bersabar menunggu binatang ternak penduduk yang lalu lalang di jalan ini.

Hari ke-5 dari Mukomuko menuju kota tujuan Padang, kami mulai start sekitar jam 10.00 WIB seperti biasa hujan tidak bosan menemani kami diperjalanan ini.

Akhirnya kami sampai kota tujuan dengan selamat. Hore hore, bangga banget saya orang Malang bisa sampai di Padang dengan selamat, tanpa ada kendala apapun dan selalu bertahan tetap memakai panier yang berat untuk membawa peralatan pribadi saya.

Esoknya kita ada city touring dengan tujuan ke Lembah Anai – Danau Maninjau – Kelok 44 – Ngarai sianok - Jam Gadang. Puas banget pokoknya dengan city tour hari ini, meski diguyur hujan.

Pas di kelok 44 saya D'Javu dengan jalur menuju Bromo, jalannya hampir sama cuma kelok 44 agak lebar sedikit.

Hari ke-7 hari terakhir kami di Padang, kami ada agenda Baksos di salah satu masjid di Bukittinggi. Alhamdullah acara kami lancar dan kami pun langsung menuju ke dealer Yamaha di Padang karena sudah ditunggu.

Setelah acara di dealer selesai kami pun menuju ke bandara untuk kembali ke kota masing-masing. Berat hati saya melepaskan keluarga baru saya di Road Warriors 2014 ini tapi gimana lagi saya juga kangen sama Orang tua saya.

Saya berharap saya bisa jadi yang terbaik di Road Warriors 2014 ini, kalau saya juara 1 saya akan menjual sapi saya untuk bayar PPN (pajak motor) tapi kalau saya tidak bisa jadi juara saya cukup menggadaikan BPKB teman saya untuk bayar hutang.

Harapan saya adalah mudah-mudahan banyak perusahaan otomotif yang mau bekerjasama dengan saya, seperti tujuan awal saya. Terimakasih detikOto MyTrans dan Yamaha Indonesia karena sudah memilih Moza jadi 10 finalis di Road Warriors 2014.

Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

28 Nov, 2014


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656103/s/40ea8fbe/l/0Loto0Bdetik0N0Cread0C20A140C110C280C0A9410A20C27617490C1660Croad0Ewarriors0Eadalah0Eperjuangan0Esaya0Euntuk0Emeraih0Ecita0Ecita/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Dapatkan Info Blog Terupdate...

Ikuti Socialmedia Kami

Related product you might see:

Share this product :
 
Support : Copyright © 2011. OTOMANIA INDONESIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger